Pages

Subscribe:

Sabtu, 20 Juli 2013

Mars SMAN 2 Teluk Kuantan Kab. Kuantan Singingi Riau Indonesia

MARS SMAN 2 TELUK KUANTAN

                                                                                                                                                                                                      Cipt. Ronaldo Rozalino S.Sn

C = DO

Tempo : DMarcia

 

C                            G                                         C

Terwujudnya siswa SMA Negri 2 Teluk Kuantan

D                                             G

Yang Berkualitas Disiplin Tinggi

F                           C               Dm

Memiliki Iptek dan Imtaq, Berbudaya Melayu.

F                            C                           G                             C

Serta Berkualitas Dapat Melanjutkan Keperguruan Tinggi

C                      G                                  C

Itulah Visi SMA Negeri 2 Teluk Kuantan

D                      G

Kabupaten Kuantan Singingi

F                                C

Berkarya berprestasi membangun negeri

G                   C

Berjaya untuk Indonesia

 

REFF:

Memberikan Pengetahuan dan Life Skill

Meningkatkan Pengetahuan Agama

 

Mengembangkan Semangat Persaudaraan dan Kekeluargaan

Mengembangkan Sikap Sopan Berbudi Luhur

 

Menanamkan Perilaku Hidup Disiplin

Menanamkan Cinta Lingkungan dan Aman

 

 

01.00 WIB, 21072013 @jm83studio

Jumat, 08 Maret 2013

Selamat Hari Musik Nasional 9 Maret 2013

Selamat Hari Musik Nasional 9 Maret 2013

Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Keputusan itu diambil setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Sekretaris Negara RI.
"Ini sudah diputuskan dan nanti Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) yang akan mengukuhkan Hari Musik Nasional ini besok, Sabtu (9/3)," ujar Ketua Umum KCI Dharma Oratmangun di Kantor KCI Pusat, Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (8/3) malam.


Pengukuhan Hari Musik Nasional menjadi penting karena lewat hari tersebut semua insan musik dapat melakukan refleksi secara nasional.


"Memang masih banyak hal yang akan dikerjakan seperti melakukan berbagai pembenahan. Saya kira lewat penetapan Hari Musik Nasional ini, semuanya semakin terkoordinasi," kata Dharma.
Pada perayaan Hari Musik Nasional yang pertama ini, akan ada berbagai kegiatan, yaitu Malam Anugerah Bhakti Indonesia, Festival Musik Pop Etnik Nasional, Workshop Cipta Lagu, dan Menjaring Indie Label.


"Kegiatan ini akan dilakukan sepanjang Maret hingga April. Kami masih menyusun agenda. Adanya penjaringan indie label sebagai bentuk untuk membuat semua pihak merasakan manfaat dari Hari Musik Nasional ini," tegasnya.


Pada Hari Musik Nasional, KCI menegaskan beberapa pokok perhatian dalam dunia hiburan di Indonesia, di antaranya mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas untuk pemberantasan praktek pelanggaran Hak Cipta berupa pembajakan DVD/VCD/cakram optik, ilegal download, serta pengguna Hak Cipta Lagu di tempat-tempat hiburan.
"KCI juga mendesak untuk menutup tempat hiburan yang melakukan pelanggaran Hak Cipta Lagu tanpa seizin pencipta lagu," tegasnya.


Berdasarkan data KCI, ada 12 ribu rumah karaoke di Indonesia yang melanggar penggunaan Hak Cipta Lagu.


"Dalam setahun, tempat karaoke hanya membayar Rp3,5 juta. Bila dihitung 1 lagu hanya dibayar Rp10. Ini kan sangat tragis," tandasnya. ( Iwan Kurniawan)

Editor: Basuki Eka Purnama

Source:www.metrotvnews.com , http://jm83studio.blogspot.com

Sabtu, 01 September 2012

Panduan 3 Langkah Menghasilkan Uang Melimpah Di Internet Dengan Formula Bisnis SMUO

4

Formula Bisnis SMUO (Sistem Mesin Uang Otomatis) Joko Susilo

Rahasia Tersembunyi Metode Mencari Uang
di Internet Akhirnya Diungkap.

Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet... Hanya Jika Anda Tahu Caranya!

Klik www.formulabisnis.com/?id=ronaldorozalino

Minggu, 27 November 2011

Sekilas Tentang Gelora Laksmana

Assalamualaikum Wr Wb

Mari berseni dan bersastra...

Memaknai seni sastra merupakan penjelmaan kekayaan perasaan dan kesuburan fantasi yang mengubah segala sesuatu menjadi lebih indah. Melalui Pekan Apresiasi Sastra, pelajar SMP/MTs dan SMA/MA diajak untuk bisa membuka cakrawala pikiran dan imajinasi untuk menuangkan kemampuannya dalam berseni dan bersastra. Menimbang hal tersebut, dalam rangka memperingati “Bulan Bahasa”, OSIS SMAN Plus Propinsi Riau sebagai salah satu agen pelestarian seni dan sastra merasa berkewajiban untuk membantu para pelajar menyalurkan bakat dan minat serta mengembangkan seni dan sastra di kalangan siswa SMAN Plus Propinsi Riau khususnya, para pelajar SMA dan SMP se-Propinsi Riau lebih umumnya. Untuk itu kami merasa tertuntut untuk mengadakan suatu ajang “ Pekan Apresiasi Sastra” sebagai salah satu bentuk peduli terhadap perkembangan seni dan sastra Indonesia di kalangan pelajar Riau. Tak luput dari tujuan diatas salah satu maksud dari perencanaan program kegiatan ini adalah tentunya untuk mempererat tali persahabatan antar SMA/MA dan antar SMP/MTs se-Propinsi Riau.

            Dengan usungan tema, GELORA LAKSMANA “Gebyar Lomba Sastra, Lestarikan Sastra Majukan Bangsa” diharapakan kegiatan ini menjadi perongrong generasi muda untuk terus berkarya sekaligus dalam menghangatkan perayaan Pekan Olahraga Nasional di Riau tahun 2012. Source:

gelora-laksmana.blogspot.com

Dengan Bersastra

            Sukseskan PON Riau 2012

Sabtu, 26 November 2011

Tips & Cara Membuat Video Profil Sekolah

1. Riset dan Pengumpulan data

Sebelum anda membuat video Profil Sekolah terlebih dahulu anda harus mengadakan penelitian tentang sekolah yang akan dibuat profil. Riset bisa dengan cara :
·     Wawancara dengan Kepala Sekolah
·     Wawancara dengan bagian kesiswaan, kurikulum, pengembangan
·     Wawancara dengan staf karyawan atau bagian tata usaha
·     Wawancara dengan beberapa orang tua wali atau komite sekolah
·     Membaca buku, visi misi sekolah & brosur profil sekolah
·     Membuka website sekolah
·     Foto-foto dll.

Yang perlu diperhatikan anda harus mendapatkan data berupa angka, teks dan gambar. Tentu saja data tersebut bukan yang bersifat rahasia, namun yang bersifat umum. Dengan demikian anda akan mengetahui kondisi sebenarnya dari sekolah tersebut, sehingga anda bisa merasakan dan menjiwai kegiatan di sekolah tersebut. Untuk melakukan riset memerlukan waktu kurang lebih 1 minggu tergantung dari kondisi sekolah masing – masing.

2. Konsep Skenario Video Profil Sekolah

Setelah semua data terkumpul maka anda sudah mempunyai bayangan umum terhadap sekolah tersebut, kini anda seharusnya cukup percaya diri punya banyak bekal pertanyaan untuk sekolah. Tahap ini lebih banyak bertukar pikiran antara sekolah dan anda sebagai pembuat video profil. Pembuat video profil harus mengerti teknis dan detail pengerjaan video profil agar keinginan sekolah bisa terpenuhi. Yang lebih penting keinginan sekolah bisa ditampung pihak pembuat video profil. Namun tidak selalu keinginan klien kita terima 100%, akan lebih baik jika pihak pembuat video profil bisa memberikan masukan berupa ide cerita, skenario, audio visual yang kreatif dll.
Setelah berdiskusi panjang lebar, pihak pembuat video profil bisa segera membuat skenario (berupa alur cerita serta isi video profil), sekaligus menghitung harga pembuatan proyek video profil ini.

a.  Sajian
Sajian berupa video pendek (short video) yang padat akan materi dari sekian banyak kegiatan sekolah yang dikemas hanya dalam 20 – 30 menit. Oleh karena itu perlu ide cerita yang kreatif, konsep visual yang menarik, teks yang informatif, komunikatif, sehingga menjadi Skenario yang berkesan bagi yang menyaksikannya Audio visual tersebut. Narasi, dubing, effect, harus di perhatikan dengan seksama  agar  visualnya jelas dan audionya juga tidak tumpang tindih sehingga pemirsa bisa melihat, mendengarkan isi video tersebut dengan mudah untuk dipahami, tidak bosan dan menyenangkan. Dari hasil edit dan pengambilan gambar di lapangan yang variatif bisa terlihat seberapa rumit proyek video anda.

b. Format Video
Untuk  dapat dikonsumsi oleh banyak kalangan sebaiknya format video yang anda buat dibuat dengan format video CD tetapi untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih baik sebaiknya di buat dengan format Digital Versatile Disc (DVD) atau dibuat format VCD dan DVD sekalian. Karena kedua format tersebut selain selain dapat diputar di Computer juga bisa dijalankan di CD/DVD Player rumahan tanpa harus selalu menggunakan komputer

Tips saat pengambilan gambar (video Shooting) :

·     Siapkan kamera Camcoder DV jangan camera foto digital karena baik kualitas gambar, resolusi, intensitas pencahayaan sangat berbeda. Bila anda tidak mempunyai peralatan video shooting bisa menyewa ke video shooting untuk pernikahan.

  • Siapkan cadangan baterai dan kaset / DV yang baru.
  • Mulailah mengambil adegan minimal 3x dari berbagai sudut agar anda bisa memilih stockshot yang terbaik.
  • Ambil adegan dari 3 sudut pandang: Close Up, Medium Shot dan Long Shot
  • Namun lebih baik anda juga mengambil juga data / properti di luar skenario, siapa tahu ada perubahan skenario atau desain yang memerlukan data / properti tersebut. Mumpung di tahap ini anda mendapatkan izin untuk melihat-lihat kondisi dan seluk beluk di instansi tersebut.
  • Rekam setiap divisi / bagian / departemen dari segi ruangan, laboratorium, komputer, proses belajar mengajarnya baik indoor maupun outdoor termasuk kegiatan diluar sekolah lengkap dengan ekstrakurikulernya.
  • Ambil adegan di ruangan guru dan karyawannya dalam melakukan aktivitas kegiatan.
  • Gunakan Teknik pergerakan kamera seperti Pan, Ped, Tilt, Dolly, Zoom, Truck, Arc dll agar video lebih dinamis.
  • Untuk shooting luar ruang cahaya terbaik adalah pukul 8-9 pagi dan 3-4 sore. Jika shooting pukul 11-13 siang, bayangan akan terlalu kuat dan menutupi objek yang dishoot.
  • Anda sebagai sutradara berkewajiban mengatur aktor, kameramen dan pengkondisian suasana ruangan.
  • Persiapkan shoot untuk menempatkan objek sepertiga dari area shoot, nantinya untuk penempatan teks saat editing di komputer.
  • Umumkan jadwal Shooting ke seluruh pimpinan dan staf sekolah, agar mereka siap dan tidak kaget menghadapi camera dan tim anda.
  • Siapkan untuk wawancara dengan kepala sekolah, usahakan dan kondisikan beliau tampil dan berbicara secara tegas, bersemangat tentang sekolahnya. Selain ucapan gunakan juga bahasa tubuh seperti gerakan tangan, langkah kaki, gerakan kepala dan senyuman.
  • Jika ada guru atau karyawan wanita yang berpenampilan menarik, bisa anda ‘manfaatkan’ sebagai aktor untuk adegan seperti bersalaman, menelepon, mengetik, mengajar, presentasi dll.
  • Jika di sekolahan tersebut tidak ada yang cantik, anda bisa mengajak rekan anda, menyewa dari agen model, sekolah sekretaris dll. Untuk urusan ini anda tentu lebih tahu.
  • Tips dan trik lain tentang shooting silakan tanya orang yang ahli tentang penyutradaraan atau jasa video shooting profesional.

Selamat mencoba semoga bermanfaat

Source:wiringkuningmedia , jembatanmerah83

Minggu, 20 November 2011

Seni Memimpin Ala Steve Jobs

Steve Jobs memang termasuk luar biasa untuk ukuran seorang pemimpin. Betapa tidak, selain berhasil membawa Apple dari keterpurukan, Steve juga ternyata mampu mendorong Apple hingga menjadi perusahaan paling bernilai di pasar saham, mengungguli Exxon Mobil atau General Electric.

Dalam tulisan ini, penulis mencoba memaparkan seni memimpin ala Steve Jobs. Suka atau tidak suka, Steve sudah membuktikan dan tampaknya kita tidak rugi bila bisa mengambil sesuatu dari hidupnya.

Dunia mungkin tidak akan menyangka kalau seorang Steve Jobs yang hanya berstatus sebagai mahasiswa drop out dari sebuah universitas non unggulan di Amerika Serikat, Reed College, ternyata mampu mengubah dunia. Yup, mengubah dunia. Siapa yang bisa menduga bahwa industri rekaman di Amerika Serikat bahkan dunia ternyata bisa digoyang oleh Apple dengan ekosistem iTunes-nya.

Lantas siapa pula yang bisa menerka kalau ternyata ponsel buatan Apple yang full berbasis sentuhan ternyata mampu merusak kenyamanan Blackberry dan Nokia di pentas perdagangan ponsel di seluruh dunia. Dan satu lagi, sampai tahun 2010, mungkin masih banyak orang atau bahkan pakar IT yang tidak percaya bahwa konsumen akan membutuhkan sesuatu yang disebut komputer tablet.

Well, siapa yang berani menyangkal kesuksesan perusahaan berlogo “buah apel plus gigitan” ini kalau sampai saat ini saja  iPad dan iPad 2 ternyata mampu memberikan pemasukan sebesar tidak kurang dari 10 miliar dollar ke dalam kas Apple. Fantastis!

Semua orang percaya bahwa kedigdayaan Apple selaku perusahaan IT tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin pendiri sekaligus CEO-nya, Steve Jobs. Perfeksionis dan visioner dalam bidangnya adalah dua diantara sekian banyak karakter unik Steve yang diyakini mampu mendongkrak Apple hingga bisa mencapai tahta seperti saat ini. Melalui tulisan ini, penulis mencoba untuk memaparkan cara Steve memimpin perusahaan dan karyawan-karyawannya.

1. Detil itu penting

Pernah suatu pagi di hari Minggu pada tahun 2008, Vig Gundotra, salah satu petinggi Google, pernah dihubungi oleh Steve Jobs. Vic mungkin agak terkejut. Ia menyangka kalau Steve mungkin menghubunginya untuk sesuatu yang sangat penting, eh ternyata ia keliru. Sang pendiri Apple ternyata cuma ingin meminta izin kepada Vic supaya ia mau diajak berdiskusi untuk perubahan gradasi warna kuning pada huruf O kedua dalam logo Google yang ditampilkan di iPhone.

Pentingkah gradasi warna kuning di huruf O kedua pada logo perusahaan orang lain yang ada di produk Anda? Hmmm, Steve thinks so. Dan Steve menginterupsi Vic di hari Minggu, hari liburnya mereka. Keren.

2. Jual mahal kalau memang “mahal”

Dari seluruh produk Apple, jarang sekali kita temui produk yang menjadi “murahan” di kelasnya. Susah mencarinya, bahkan mungkin tidak ada dan jangan-jangan tidak akan pernah ada. Di kelas tablet PC, iPad dan iPad 2 adalah produk kelas atas. Begitu pula untuk smartphone, iPhone adalah ponsel harga pejabat yang digunakan oleh hampir semua kalangan (sampai saat tulisan ini dibuat, sudah 100 juta lebih yang terjual). Di jajaran pemutar musik, iPod masih termasuk pemimpin pasar. Jadi jangan mimpi bisa membeli iPod dengan harga 100 - 200 ribu perak, kecuali kalau yang iPot-iPot-an. Hehehe …. merk cina maksudnya.

Dari cara Steve dan Apple membanderol dagangannya, kita jadi bisa menyimpulkan bahwa tidak selamanya konsumen akan selalu menjatuhkan pilihan pada produk yang harganya jauh lebih murah. iPad, iPod, iPhone, MacBook, dan iMac adalah contoh betapa mahalnya harga ternyata tidak berbanding lurus dengan turunnya angka penjualan.

Sebagai konsumen Apple ataupun mereka yang sering bersentuhan dengan pecinta Apple, kita diberi tahu bahwa kualitas dan nilai lebih dari suatu produk adalah “harta terbesar” dari produk itu sendiri.

3. Berani unjuk gigi

Ketika Steve sedang di atas panggung, hampir semua orang menunggu-nunggu dengan penuh penasaran aksinya dalam mendemokan produk atau fitur dari sebuah produk. Dan inilah sesuatu yang ternyata jarang sekali dilakukan oleh CEO-CEO lain. Keberanian dan semangat menyala-nyala seperti yang ditunjukkan oleh Steve saat mendemokan produk-produk Apple adalah sebuah bukti tak terbantahkan atas besarnya minat dan cinta seorang manusia kelahiran tahun 1955 ini terhadap perusahaan dan tim yang berada di balik peluncuran produk itu sendiri.

Jadi bila Anda adalah seorang pendiri perusahaan atau CEO, lalu Anda justru meminta orang lain untuk mendemokan produk Anda di acara peluncurannya, ini bisa menjadi sebuah pertanyaan? Ada apa dengan Anda selaku CEO? Kemana cinta dan hati Anda?

4. Dunia tidak perlu konsep, dunia butuh produk yang nyata!

Oke, mungkin beberapa diantara Anda ada yang sangat senang melihat sesuatu yang super bagus meskipun itu bersifat konsep atau prototype. Tapi di dalam ekosistem Apple, hampir-hampir sulit sekali kita mendengar atau membaca bahwa Apple baru saja mengeluarkan produk yang bersifat konsep. Noupe! Prinsip Apple dalam menjual produk adalah “kami menjual produk terbagus yang bisa kami jual saat itu juga”.

Ingat di tahun 2007 ketika iPhone muncul, saat itu, iPhone bukanlah smartphone dengan spesifikasi tertinggi. Kameranya hanya 2MP, konektivitasnya tidak didukung dengan teknologi 3G, dan masih banyak lagi kekurangan iPhone dibandingkan produk lain besutan Blackberry, Nokia, ataupun Samsung.

Tapi Apple tetap melaju, mereka benar-benar menjual produk mereka, yang meskipun banyak memiliki kekurangan, tetapi tetap datang dengan beberapa fitur dan teknologi revolusioner seperti satu-satunya smartphone nyata (baca: bukan konsep atau sebatas prototype saja) pertama yang dijual tanpa keypad.

Plus ditambah satu lagi, Apple juga memperkenalkan iPhone App Store ke seluruh dunia. Dengan dua fitur ini saja, iPhone sudah dianggap sebagai penyebab berubahnya lansekap jagat smartphone saat itu, juga saat ini.

Pengaruh iPhone atau produk-produk Apple lainnya tampak jelas. Sebelum iPhone, tidak ada satupun vendor yang berani menjual ponselnya ke publik tanpa keypad sungguhan. Sebelum Apple, vendor-vendor masih skeptis dan bersikap wait and see ketika hendak merilis produk di kelas tablet computer. Mereka takut akan merugi karena sistem operasi dan processor yang tersedia di pasaran saat itu tidak cukup bagus untuk mendukung komputasi jenis ini.

Pada tulisan di atas, telah dipaparkan empat poin penting dari seni kepemimpinan Steve Jobs di Apple. Kali ini, penulis akan mencoba menyajikan lima poin tambahan. Penulis berharap, kesembilan poin ini nantinya bisa menginspirasi pembaca semua.

Detil itu penting, Jual mahal kalau memang “mahal” Berani unjuk gigi, Dunia tidak perlu konsep, dan dunia butuh produk yang nyata! adalah empat poin yang sudah penulis beberkan di tulisan sebelumnya. Dan kali ini, berikut kelima poin lainnya. I hope you will love it …. as I do.

1. Pilihlah pegawai yang sebaik atau bahkan lebih baik ketimbang Anda

Suatu hari di tahun 1996, Steve pernah diwawancarai oleh reporter NPR, Terry Gross, terkait Apple corporate life style (baca: nilai-nilai perusahaan Apple). Steve dengan gamblang menjelaskan bahwa satu hal yang membedakan Apple dengan perusahaan besar lainnya adalah pada cara Apple merekrut pegawai-pegawainya.

Menurut Steve, umumnya perusahaan besar merekrut pegawai yang nantinya bisa mereka suruh-suruh (to tell them what to do), tapi di Apple malah sebaliknya. Pegawai yang mereka rekrut adalah tipikal orang-orang yang justru bisa memberi tahu apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh Apple ke depan (we hire people to tell us what to do).

Masuk akal bukan? Di masa sekarang ini, atau bahkan di masa lampau, acap sekali kita temui tipikal pemimpin yang memilih pegawai yang dari segi level skill justru berada di bawahnya. Kalau sudah begini, masa depan perusahaan malah bisa suram.

2. Apa itu visioner? Jangan lakukan riset pasar!

Menurut Steve Jobs, konsumen cenderung untuk menuntut produk-produk baru yang bersifat “lebih”. Dalam artian, “lebih murah”, “lebih cepat”, dan “lebih baik”. Kalau sudah begini, ruang untuk sebuah evolusi maupun revolusi produk mungkin malah agak tertutup. Jadi alih-alih mendengarkan konsumen secara membabi buta, Steve Jobs justru lebih menyukai jalan lainnya, yaitu “bikin saja dulu produknya, biar nanti konsumen melihat dan mencobanya. lalu perhatikan apa yang terjadi”.

Teknik ini adalah sesuatu yang masuk akal juga bukan? Bukankah ketika dunia dikerumuni oleh para pengguna MS-DOS, pasar cenderung menuntut sebuah OS (baca: sistem operasi) baru yang mungkin lebih baik ketimbang MS-DOS, bisa berlari lebih cepat ketimbang MS-DOS, dan bahkan kalau bisa dengan banderol harga yang lebih murah.

Kalau saja Steve Jobs menuruti kehendak pasar saat itu, mungkin Mac OS yang kita kenal sekarang bukanlah Mac OS X dengan GUI (graphical user interfacae) yang fantastis, yang datang dengan perangkat revolusioner seperti mouse yang saat itu merupakan sesuatu yang benar-benar baru.

Diluncurkannya Mac dengan dukungan grafis mewahnya - untuk ukuran saat itu - adalah sesuatu yang justru bertentangan dengan arus utama rata-rata pengguna komputer saat itu. Mereka mungkin terkejut bahwa sistem operasi yang lebih baik ketimbang MS-DOS ternyata tidak datang sesuai dengan konsep yang ada di dalam alam pikiran mereka. Hehehe, “Mac OS versi command line” …. yang benar saja.

3. Misterius itu bagus

Anda pernah tahu apa yang terjadi pada para penggemar Apple di detik-detik menjelang peluncuran iPhone pada tahun 2007 lalu? Mereka sangat-sangat penasaran. Mereka dibuat deg-degan atas apa yang nantinya bakal dipresentasikan dan didemokan oleh Steve Jobs di atas panggung. Mereka masih tidak habis pikir, apakah bisa sebuah perusahaan yang sebelumnya hanya membuat komputer, laptop, dan pemutar musik bisa membuat sebuah telepon genggam?

Di saat dunia tampaknya sudah tidak butuh telepon lagi mengingat ketatnya persaingan yang sudah terjadi di antara vendor-vendor ponsel saat itu seperti Nokia, Samsung, RIM, Sony Ericcson, Motorola, LG, dan sebagainya. Bisakah Apple sukses? Ataukah jangan-jangan produk ini justru nantinya bisa membuat Apple bangkrut? Bukankah membuat smartphone bukan keahlian Apple? Kenapa tidak? Mungkin itulah yang diutarakan oleh Steve Jobs.

Dan itulah gunanya “misteri”. Untuk urusan menjaga kerahasiaan produk, mungkin Apple adalah salah satu yang terbaik, kalau tidak boleh dibilang terbaik. Betapa tidak? Seluruh karyawan Apple, mulai dari CEO-nya sendiri sampai ke tingkat pegawai level menengah ke bawah secara kompak menjaga kerahasiaan produk mereka yang belum diperkenalkan.

Betul bahwa biasanya ada bocoran informasi dari pihak internal Apple kepada pihak luar, tetapi bocoran itu justru membuat pengguna dan pecinta Apple tambah penasaran saja. Apa sebab? Karena yang dibocorkan adalah informasi umum tentang produk itu, tapi tidak tentang spesifikasinya, detil fiturnya, apa warnanya, dan sejenisnya.

Jadi ketika iPhone hendak diluncurkan, seluruh dunia tahu bahwa Apple nanti akan meluncurkan sebuah telepon genggam, tapi mereka belum tahu kalau ternyata telepon genggam itu adalah sesuatu yang bisa sekeren dan serevolusioner iPhone.

4. Cukup satu atau dua warna saja

Steve bersama Apple-nya memang keren, ketika vendor-vendor lain sibuk memikirkan warna apa yang cocok untuk produk mereka (merah, merah kehitam-hitaman, pink, biru, biru muda, abu-abu, perak, hijau, dan lainnya), mereka justru hanya menyediakan sedikit pilihan warna saja untuk para penggunanya.

Bila Anda perhatikan dengan seksama, umumnya produk-produk Apple memang tidak memiliki banyak pilihan warna (kecuali iPod). iPhone hanya dirilis dalam dua warna; hitam dan putih. Begitu pula dengan iPad dan Macbook. Bahkan untuk iMac tampaknya Apple hanya menyediakan satu warna saja, putih.

Dari sini kita bisa belajar bahwa terkadang memang sebaiknya kita tidak usah terlalu banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak terlalu penting. Jadi alih-alih pusing dengan pilihan warna (yang biasanya tidak terlalu sulit untuk dikerjakan dan diselesaikan), kenapa kita tidak memikirkan hal-hal yang satu atau beberapa level lebih penting ketimbang warna. Kualitas bahan misalnya.

User experience ataukah. Dan seterusnya. Dan seterusnya. Ada begitu banyak hal penting yang harus Anda pikirkan terkait produk Anda. Warna memang salah satunya, tapi jangan terlalu banyak memusingkan soalnya.

Ada pepatah yang bilang kalau pemuda yang paling menarik itu adalah pemuda yang paling banyak misterinya. Hmm, saya kira kalau kata “pemuda” itu diganti dengan “perusahaan”, saya rasa Apple-lah yang layak mengisi tempat itu.

5. Tidak apa-apa kok jadi CEO yang plin-plan

Steve Jobs sendiri mencontohkannya. Pernah suatu kali, Steve berargumen bahwa Apple tidak seharusnya mendorong tumbuh suburnya App khusus (seperti yang saat ini tersedia dalam jumlah ratusan ribu di Apple app store) yang akan menyebabkan berkurangnya frekuensi pengguna mereka dalam menggunakan Safari, browser besutan Apple sendiri di smartphone revolusioner mereka, iPhone.

Di samping itu, Steve juga cenderung sangat khawatir dengan app karena pengguna hampir pasti tidak akan bisa mengontrol dengan baik apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh sebuah app terhadap data mereka.

Well, itu sih awalnya. Tapi dalam rentang waktu yang tidak lama setelah peluncuran iPhone untuk pertama kalinya, Steve Jobs akhirnya berubah. Pria yang sebelumnya lebih mendukung pemanfaatan Safari web app, kini justru lebih memihak ke app khusus. Dan cerita selanjutnya adalah sejarah manis untuk Apple.

Dengan prinsip 70:30, Apple bisa ikut menimba emas sebanyak 30% dari setiap penjualan app khusus di Apple App Store yang dibuat oleh developer-developer independen dari seluruh dunia. Bila Apple sendiri mengklaim bahwa mereka sudah membayar $US 2 miliar untuk developer iOS, itu berarti mereka setidaknya mengantongi kurang lebih $US 800 juta (857.142.857).

Wow, jumlah yang tidak buruk untuk biaya operasional sekaligus ongkos beli bandwith dan server milik Apple.

ditulis oleh : Wim Permana, S. Kom.

sumber

Berpikir dan Intelegensi

Berpikir dan Intelegensi

A. Proses Berfikir
Kemampuan berpikir sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Tetapi karena manusia tidak hanya mempunyai kemampuan piker saja maka dalam pendidikan tidak dibenarkankalau hanya memperhatikan perkembangan dan kecerdasan piker semata. Hal ini akan menimbulkan pendidikan yang berat sebelah, yakni pendidikan yang intelektualistis, yakni aliran yang mengagung – agungkan kemapuan pikir.
1. berbagai cara pemecahan masalah
berfikir selalu berhubungan dengan masalah – masalh, baik masalah yang timbul dari situasi masa kini, masa lampau dan mungkin masalah – masalah yang belum terjadi. Proses pemecahan masalah itu dinamakan proses berfikir. Setiap kita menghadapi masalah dan terdapat macam – macam factor, yang kesemuanya merupakan rangkaian pemecahan masalah – masalah itu sendiri.
Dari kegiatan jiwa tersebut, ada beberapa factor yang biasanya tidak dapat ditinggalkan dalam berfikir. Apa masalahnya, bagaimana memecahkannya, apa tujuannya, factor – factor apa saja yang membantu. Maka dalam berfikir sering timbul pertanyaan – pertanyaan. Diantara factor yang disebutkan, tujuan adalah menentukan. Karena kalau orang memandang situasi itu tidak mengandung masalah tersebut, kemungkinan besar situasi yang dihadapi tidak perlu dengan berfikir.
2. proses berfikir dan kegiatan jiwa dalam berfikir
a. proses berfikir dalam memecahkan masalah
- ada minat untuk memecahkan masalah
- memahami tujuan pemecahan masalah itu
- mencari kemungkinan – kemungkinan pemecahan masalah itu
- menentukan kemungkinan mana yang digunakan
- menjelaskan kemungkina yang dipilih untuk memecahkan masalah.
b. Dalam proses berfikir timbul kegiatan – kegiatan jiwa:
- membentuk pengertian
- membentuk pendapat
- membentuk pendapat
B. Pengertian
1. apakah pengertian itu?
Pengertian adalah hasil proses berfikir yang merupakan rangkuman sifat – sifat pokok dari suatu barang atau kenyataan yang dinyatakan dalam suatu pernyataan.
2. perbedaan tanggapan dengan pengertian
tanggapan adalah hasil pengamatan yang merupakan gambaran/lukisan/ kesan dari pengamatan yang tersimpan dalam jiwa. Pengertian adalah hasil berfikir yang merupakan rangkuman sifat – sifat pokok dari suatu baran gkenyataan yang dinyatakan dengan suatu perkataan
3. Pengertian lengkap dan tidak lengkap
Pengertian kita mengalami perkembangan, tiap – tiap kita mempunyai sifat – sifat yang terhitung pokok dapat dilengkapi pengertian kita. Makin lengkapnya pengertian, kita tidak semata – mata tergantung pada pengulangan pengamatan saja tetapi kegiatan fikiran kita sangat berpengaruh pula.
4. pengertian empiris dan logis
Pengertian empiris disebut pula pengertian pengalaman, yakni pengertian yang dibentuk dari pengalaman hidup sehari – hari. Pengertian logis biasanya diperoleh dengan aktivitas fakir dengan sadar dan sengaja memahami sesuatu. Karena pengertian logis ini banyak digunakan dalam kalangan ilmu pengetahuan maka disebut juga pengertian ilmiah.
5. isi dan luas pengertian
* isi pengertian, yaitu segala sifat – sifat yang terdapat pada segala barang kenyataan yang tercantum dalam pengertian itu.
* luas pengertian, yakni banyaknya barang – barang yang dapat masuk kedalam pengertian dan dapat pula dikenakan padanya sifat – sifat dari pengertian isi tersebut.
6. pengertian tinggi dan rendah
Pengertian tinggi : dikatan pengertian tinggi kalau pengertian itu mempunyai unsure – unsure / sifat – sifat yang tidak banyak dan pengertian itu meliputi barang – barang yang banyak jumlahnya.
Pengertian rendah, dikatakan pengertian rendah lkalau pengertian itu mempunyai unsure – unsure / sifat – sifat yang banyak dan karenanya pengertian itu hanya meliputi barnag – banrang yang sedikit jumlahnya.
7. proses pembentukan pengertian logis
o proses analisis: menguraikan unsure – unsure / sifat – sifat / cirri – cirri dari suatu objek yang sejenis.
o Proses komparasi: membandingkan unsure – unsure / sifat – sifat yang telah dianalisis
o Proses abstraksi: menyisihkan sifat – sifat kebetulan/tambahan dari sifat – nsifat umum dan yang tertinggal hanya sifat – sifat umum saja
o Proses kombinasi: sifat –sifat umum yang bersamaan kita rangkum, lalukita tetapkan menjadi definisi
Definisi adalah penentuan atau pembatasan sifat – sifat dari isi suatu pengertian dengan kata – kata.
Demikianlah proses pembentukan pengertian logis yang berbeda dengan pembentukan pengertian pengalaman.
8. Faedah pengertian
• Pengertian sangat berguna dalam kehidupan sehari – hari
Tiap manusia sejak kecil sudah belajar dan mempunyai banyak pengertian. Kebanyakan oran – orang mengenal pengertian barang – barang atau hal – hal yang berhubungan dengan keperluan sehari – hari dan hal ini tergantung sesuai dengan kepentingan masing –masing.
• Pengertian membantu kita dapat berfikir cepat
Dalam memecahkan masalah kita perlu berfikir dan dalam berfikir kita sangat membutuhkan pengertian. Kurangnya pengertian akan menghambat kerja piker kita. Jelaslah, pengertian yang kita miliki akan memperlancar kerja piker kita.

C. Pendapat
1. apakah pendapat itu?
Pendapat: hasil pekerjaan piker meletakkan hubungan natara tanggapan yang satu dengan yang lain, antara pengertian satu dengan pengertian yang lain, yang dinyatakan dalam suatu kalimat.
2. proses pembentukan pendapat
a) menyadari adanya tanggapan/pengertian
b) menguraikan tanggapan pengertian
c) menentukan hubungan logis antara bagian – bagian.
3. pembentukan tunggal dan majemuk
kalau dalam rangkaian kata – kata terdiri dari 2 pengertian yang dirangkum menjadi satu kalimat, disebut pendapat tunggal
kalau dalam suatu rangkaian kata – kata terdiri dari dua pengertian yang dirangkum dalam beberapa pendapat dikatakan pendapat majemuk.

D. Kesimpulan
Kesimpulan suatu pendapat baru yang dibentuk dari pendapat – pendapat lain yang telah ada. Macam – macam kesimpulan:
1. Kesimpulan deduktif
Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi, yakni dimulai dari hal –a hal yang lebih umum menuju hal – hal yang lebih khusus/ hal – hal yang lebih rendah
Proses pembentukan kesimpulan deduktif dapat dimulai dari suatu dalil atau hokum menjuju pada hal – hal yang lebih kongkrit.
Prinsip – prinsip berfikir deduktif
 Silogisme, apa yang dipandang benar pada semua pendapat/peristiwa yang ada pada suatu jenis, berlaku pada semua pendapat/peristiwa yang sejenis pula.
 Mayor dan minor, Silogisme adalah rangkaian dari premis pertama (mayor), Premis kedua (minor), dan kesimpulan. maka sering dikatakan selogisme adalah kesimpulan segitiga.
 Suku tengah, kita hanya dapat menarik kesimpulan dari dua pendapat kalau pendapat pertama dan kedua tersebut mempunyai suatu unsur yang sama.
Kelemahan-kelemahan Kesimpulan Deduktif
 Kesalahan material yakni kesalahan dari isi premis mayor
 Terkadang kesimpulan yang di ambil tidak benar
 Kesalahan-kesalahan formal. Kesalahan ini tidak terdapat pada isi premisnya, tapi pada jalan deduksinya.
2. Kesimpulan induktif
Dibentuk dengan cara induksi, yakni dimulai dari hal-hal yang khusus menuju pada hal-hal yang umum
Proses pembentukan kesimpulan yang induktif ini dimulai dari situasi yang konkrit menuju hal-hal yang asbrak.
3. Kesimpulan analogi
Kesimpuan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus ke pendapat khusus lainnya, dengan cara membandingkan situasi satu dengan situasi sebelumnya. Dalam perkiraan analogis, kita meletakkan suatu hubungan baru berdasarkan hubungan-hubungan baru itu.
Pada pembentukan kesimpulan dengan cara jalan analogi, jalan pikiran kita di dasarkan atas persamaan suatu keadaan yang khusus lainnya. Karena pada dasarnya membandingkan persamaan-persamaan dan kemudian di cari hubungannya. Maka sering kesimpulan yang diambil tidak logis.
E. Bentuk-bentuk Berpikir

1) Berpikir dengan pengalaman
2) Berpikir Representatif
3) Berpikir Kreatif
4) Berpikir Reproduktif
5) Berpikir Rasional
F. Tingkat-tingkat berpikir
Aktivitas berpikir sendiri adalah abstrak. Namun demikian, dalam praktik sering kita jumpai bahwa tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan secara abstrak. Dalam menghadapi masalah-masalah yang sangat pelik, kadang-kadang kita membutuhkan supaya persoalan yang kita hadapi lebih konkrit. Sehubungan dengan ini memang ada beberapa tingkat berpikir:
1. Berpikir Konkrit, Dalam tingkatan ini berpikir masih memerlukan situasi-situasi yang nyata.
2. Berpikir Skematis, Sebelum meningkat pada bagian yang abstrak, memecahkan masalah dengan penyajian bahan, skema, coret-coret, diagram, symbol dan sebagainya. Dengan pertolongan hal-hal itu situasi yang di hadapi tidak benar-benar konkrit dan tidak benar-benar abstrak
3. Berpikir Abstrak
Kemampuan berpikir manusia selalu mengalami perkembangan sebagai mana diterangkan didepan. Pada anak-anak masih dalam tingkat konkrit. Makin maju perkembangan psikisnya kemampuan berpikirnya berkembang setahap demi setahap, meningkat pada hal-hal yang abstrak, yakni tingkat bagan/ skematis. Dari tingkat bagan makin lama makin berkembang kemampuan berpikirnya, dan dari sedikit berkembanglah kemampuan abstraksinya. Makin tinggi tingkat abstraksinya, hal-hal yang konkrit makin di tinggalkan.
G. Integensi (Kecerdasan)
1. Pengertian Intelegensi
Intelengensi adalah situasi kecerdasan piker, sifat-sifat perbuatan cerdas. Pada umunya intelegen dapat di lihat pada kesanggupannya bersikap dan berbuat cepat dengan situasi yang sedang berubah dengan keadaan diluar dirinya yang biasa maupun yang baru.
2. Tingkat-tingkat Kecerdasan
 Kecerdasan binatang
Kecerdasan pada binatang sangat terbatas, yakni terikat pasa suatu yang konkrit.
 Kecerdasan Anak-anak
Buotan menyimpulkan:
Anak-anak kecil yang lebih kurang satu tahun tingkat kecerdasannya hamper sama dengan kera. Kemampuan menggunakan bahasa merupakan garis pemisah antara hewan dengan manusia.anak yang sudah dapat bicara, lebih cepat memperoleh penyelesaiaan tentang masalah yang di hadapi. Fungsi bahasa dapat menumbuhkan pengertian permulaan tentang perhubungan dengan unsure dalam situasi, hal itu memungkinkan anak dapat melihat hubungan yang teratur tentang apa yang di hadapi. Dalam segala pernyataan fungsi jiwa , bahasa merupakan momen yang sangat penting.
Makin cerdas suatu mahluk, makin kurang cara – cara mengatasi kesulitan dengan jalan meraba – raba/ coba-coba. Seolah-olah kecerdasan menentang cara penyelesaian kesulitan dengan menggunakan insting dan coba-coba.
 Kecerdasan manusia
Cirri – cirri kecerdasan manusia:
a. penggunaan bahasa, dengan bahasa manusia dapat menyatakan isi jiwanya dan berhubungan dengan sesamanya. Dengan bahasa manusia dapat membeberkan segala sesuatu dan manusia dapat membangun kebudayaan.
b. Penggunaan perkakas
Kata Bregson, perkakas adalah merupakan sifat terpenting dari kecerdasan manusia. Perkakas adalah sifat, tetapi semua alat merupakan perkakas. Alat merupakan perantara mahluk yang berbuat dengan objek yang diperbuat. Perkakas mempunyai fungsi yang sama, tetapi mempunyai pengertian yang lebih luas. Perkakas adalah objek yang telah dibuat/diusahakan dan diubah sedemikian rupa sehingga dengan dan dengan cara yang tepat dapat dipakai untuk kesulitan atau mencapai suatu maksud.
Perbedaan antara binatang dan manusia
Binatang: dalam mengatasi kesulitan hidup atau mencapai maksudnya sebagian dipakai alat yang menjadi miliknya.
Manusia: menemukan, menggunakan, membuat, dan meme;ihara perkakas. Untuk mengatasi berbagai problem hidup banyak digunakan berbagai perkakas dan perkakas itu selalu dikembnagkan, disempurnakan menurut keperluan hidup, antara lain penggunaan api untuk keperluan hidup, lokomotif, timbangan, alat-alat komunikasi, dan sebagainya.
 Mendapat perkakas
Kecerdasan manusiamendorong untuk mendapatkan segala sesuatu yang dapat memudahkan usaha manusia mencapai kebutuhan-kebutuhan hidup. Untuk ini manusia hanya menggunakan alat-alat yang dimiliki semata-mata, tetapi mengambil segala sesuatu yang ada disekitarnyadigunakan sebagai perkakas.
 Membuat perkakas
Perkakas yang digunakan manusia ternyata tidak hanya sekedar diambil dari lingkungan sekitarnya, tetapi manusia juga membuat perkakas untuk keperluannya. Pembuatan perkakas adalah perbuatan yang serempak antara kecerdasan dan keterampilan tangan.
 Memelihara perkakas
Peranan perkakas dalam segala perbuatan manusia sangat pentign. Seorang ahli jiwa mengatakan, bahwa barang-barang yang ada di sekitar manusia adalah perkakas. Manusia tidak hanya dapat mengambil dan menggunakan perkakas yang ada disekitarnya, tetapi dapat membuat menurut kebutuhannya. Disamping itu, manusia dapat memelihara dan mengembangkan perkakas untuk keperluan dimasa yang akan datang

Macam – macam Intelegensi
a) Intelegensi terikat dan bebas
Intelegensi terikat adalah Intelegensi suatu mahluk yang bekerja dalama situasi – situasi pada lapangan pengamatan yang berhubunganlangsung dengan kebutuhanvital yang harus segera dipuaskan. Dalam situasi yang sewajarnya boleh dikatakan tetap keadaannya maka dikatakan terikat. Perubahan mungkin dialami juga, kalau perbuatan senantiasa diulang kembali.
Intelegensi bebas, terdapat pada manusia yang berbudaya dan berbahasa. Dengan Intelegensinya orang selalu ingin mengadakan perubahan – perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Kalau tujuan telah dapat dicapai, manusia ingin mencapai tujuan yang lain lebih tinggi dan lebih maju. Untuk hal – hal tersebut manusia menggunakan Intelegensi bebas.
b) Intelegensi menciptakan dan meniru
Intelegensi mencipta ialah kesanggupan menciptakan tujuan – tujuan baru dan mencari alat- alat yang sesuai guna mencapai tujuan itu.
Intelegensi meniru, yaitu kemampuan menggunakan dan mengikuti pikiran atau hasil penemuan orang lain, baik yang dibuat, yang diucapkan maupun yang ditulis.
3. factor – factor yang mempengaruhi intelegensi manusia
a. pembawaan
Intelegensi bekerja dalam suatu situasi yang berlain – lainan tingkat kesukarannya. Sulit tidaknya mengatasi persoalan ditentukan pula oleh pembawaan
b. kematangan
kecerdasan tidak tetap statis tetapi dapat tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan berkembangnya Intelegensi sedikit banyak sejalan dengan perkembangan jasmani, umur, dan kemampuan – kemapuan lain yan gtelah dicapai.
4. macam – macam Tes Intelegensi
 tes binet – simon
 tes tentara di amerika
 mental tes
jenis tes ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan saja, tetapi untuk menyelidiki keadaan jiwa dan kesanggupan jiwa.
 scholastic – tes
tes ini tidak hanya untuk menyelidiki kecerdasan anak, tetapi untuk menyelidiki sampai dimana kemampuan dan kemajuan anak atau kelas dalam mata pelajaran disekolah.
H. Intuisi
Intuisi Berasal dari intueri yang artinya mengindra dengan jiwa, memandang dengan batin. Kata lain dari intuisi ialah ilham, artinya bisikan kalbu atau suara kalbu. Intuisi adalah kemapuan jia manusia dalam mendapatkan kesimpulan dari suatu soal tanpa uraian, tanpa ketenangan, dan tanpa analisis apapun.
- Intuisi tidak berdasarkan proses berpikir yang berturut – turut, tidak berdasarkan pertimbangan, dan perhitungan seksama.
- Intuisi terjadi sama halnya dengan perbuatan instingtif
- Intuisi banyak terjadi dalam kehidupan sehari – hari
- biasanya wanita lebih Intuitif daripada pria
- berpikir adalah berbicara batin yang tidak terdengar
I. Korelasi
Dalam mempelajari kejiwaan manusia, lebih banyak kita mengiterpretasi gejala – gejala yang tampak dan dapat kita amati.
Macam – macam korelasi
 Korelasi positif: adanya hubungan yang bersesuaian antara gejala satu dengan gejala lain, kemampuan satu dengan kemampuan lain.
 Korelasi negative: tidak adanya hubungan yang bersesuaian atau sejalan antara kedua sifat, gejala atau kemampuan.
 Korelasi kausal: hubungan antara dua hal yang dapat dipahamkan, bahwa yang satu menjadi timbulnya yang lain.
J. Gangguan Berpikir
1. oligoprenia: tuna kecerdasan. Penderita oligoprenia seolah –olah dilahirkan dengan bekal yang terbatas, dan perkembangan inteleknya pun terbatas pula.
2. idiola: ketunaan yang terberat, terdapat tanda – tanda tidak dapat memenuhi hidup sendiri, sukar mengembangkan diri.
3. imbesila: dungu, lebig ringan daripada idiot. Orang yang ini sudah bisa mandi sendiri, makan sendiri, hanya tingkat perkembangan yang terbatas.
4. debilita: tolol, moron, lemah kemampuan. Kemampuannya mendekati orang normal, namun taraf kemajuan yang dapat dicapai masih sangat terbatas.
5. demensia: mula – mula penderita mengalami perkembangan normal, tapi sesuatu sebab menyebabkan perkembangannya terhenti dan mengalami perkembngan yang mencolok.
6. delusia: (keadaan yang menunjukkan gagasan yang ilusif). Delusia sangat erat hubungannya dengan gejala ilusi. Penderita mempunyai keyakinan yang kuat tentang sesuatu, tetapi tidak menurut kenyataan.
7. obsesia: (pengepungan). Penderita seolah – olah dikepung atau dicngkram oleh pikiran – pikiran tertentu yang tidak masuk akal. Makin besar usaha untuk melepaskan diri, makin besar pula gangguan pikiran yang mencengkram.